Rabu, 16 November 2011

~✿ Biarkan Cinta itu Bermuara dengan Sendirinya ✿~

Sedikit merenung sejenak yaa...

✿Kenapa tak pernah kau tambatkan perahumu di satu dermaga? Padahal kulihat, bukan hanya satu pelabuhan tenang yang mau menerima kehadiran kapalmu!✿

Kalau dulu memang pernah ada satu pelabuhan kecil, yang kemudian harus kau lupakan, mengapa tak kau cari pelabuhan lain, yang akan memberikan rasa damai yang lebih? Seandainya kau mau, buka tirai di sanubarimu, dan kau akan tahu, pelabuhan mana yang ingin kau singgahi untuk selamanya, hingga pelabuhan itu jadi rumahmu, rumah dan pelabuhan hatimu.

(Judul Puisi ” Pelabuhan ” karya Tyas Tatanka, kumpulan puisi 7 penyair serang)

✿✿✿✿

Matanya berkaca-kaca ketika perempuan itu selesai membaca dan merenungi isi puisi itu. 
Dulu sekali perempuan itu telah pernah berharap pada seorang laki-laki yang dia yakin baik dan hanif, ada kilasan – kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari. . .dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.

Berawal dari sebuah pertemanan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah agama. Perempuan itu sedang berproses untuk mendalami agama Islam dengan lebih intens. Dan laki-laki itu, dia paham agama, aktif diorganisasi keislaman, dan masih banyak lagi hal – hal positif yang ada dalam diri lelaki itu. Sehingga kedekatan itu membawa semangat perempuan itu untuk terus menggali ilmu agama. dan mempraktekkannya dalam kesehariannya. Kedekatan itu berlanjut menjadi kedekatan yang intens, berbagi cerita, curahan hati, saling meminta saran, saling bertelepon dan bersms, yang akhirnya segala kehadirannya menjadikan suatu kebutuhan. Kesemuanya itu awalnya mengatasnamakan persahabatan.

Suatu hari salah seorang sahabatnya bertanya “Adakah persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan dewasa tanpa melibatkan hati dan perasaan terlebih bila sudah muncul rasa simpati, kagum dan kebutuhan untuk sering berinteraksi?”

Perempuan itu tertegun dan hanya bisa menjawab ” entahlah..”

Sampai suatu hari, laki-laki itu pergi dan menghilang… Awalnya masih memberi kabar. Selebihnya hilang begitu saja. Dan perempuan itu masih berharap dan menunggu untuk suatu yang tak pasti. Karena memang tidak pernah ada komitmen yang lebih jauh diantara mereka berdua. Setiap dia mengenal sosok lelaki lainnya, selalu dibandingkan dengan sosok laki-laki sahabatnya itu dan tentulah sosok laki-laki sahabatnya itu yang selalu lebih unggul dibanding yang lain. Dan perempuan itu tidak pernah lagi membuka hatinya untuk yang lain. Sampai suatu hari,..

Perempuan itu menyadari kesia-siaan yang dibuatnya. Ia berharap ke sesuatu yang tak pasti hanyalah akan membawa luka dihati. . .
Bukankah banyak hal yang bermanfaat yang bisa dia lakukan untuk mengisi hidupnya kini. . .
Air mata nya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam. . .
Dia berjanji untuk tidak mengisi hari-harinya dengan kesia-siaan.

“Lalu bagaimana dengan sosok laki-laki itu ??” Perlahan saya bertanya padanya.

“Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati. Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagi saya untuk lebih hati – hati dalam menata hati dan melabuhkan hati,” ujarnya dengan diplomatis. Hingga saya menemukan perempuan itu kini benar-benar menepati janjinya.

Dunia perempuan itu kini adalah dunia penuh cinta dengan warna-warna jingga, tawa-tawa pelangi, pijar bintang dimata anak anak jalanan yang menjadi anak didiknya. Cinta yang dialiri ketulusan tanpa pamrih dari sahabat-sahabat di komunitasnya yang menjadikan perempuan itu produktif dan bisa menghasilkan karya cinta yang tidak pernah kenal surut dari kedua orang tua dan keluarganya. Dan yang paling hakiki adalah cinta nya pada Illahi yang selalu mengisi relung-relung hati..tempatnya bermunajat disaat suka dan duka. Indahnya hidup dikelilingi dengan cinta yang pasti.

Adakalanya kita begitu yakin bahwa kehadiran seseorang akan memberi sejuta makna bagi isi jiwa sehingga saat seseorang itu pun hilang begitu saja, masih ada setangkup harapan agar dia kembali
Walaupun ada kata-katanya yang menyakitkan hati akan selalu ada beribu kata maaf untuknya
Masih ada beribu penantian walau tak pasti
Masih ada segumpal keyakinan bahwa dialah jodoh yang dicari sehingga menutup pintu hati dan sanubari untuk yang lain. . .
Sementara dia yang jauh disana mungkin sama sekali tak pernah memikirkannya.
Haruskah mengorbankan diri demi hal yang sia-sia??

Masih ada sejuta asa. . .
Masih ada sejuta makna. . .
Masih ada pijar bintang dan mentari yang akan selalu bercahaya dilubuk jiwa dengan menjadi bermakna dan bermanfaat bagi sesama. . .

“Lalu… bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada??” tanya saya suatu hari.

Perempuan itu berujar, ” Biarkan cinta itu bermuara dengan sendirinya… disaat yang tepat dengan seseorang yang tepat dan pilihan yang tepat hanya dari Allah disaat dihalalkannya dua manusia untuk bersatu dalam ikatatan pernikahan yang barokah ”

Semoga saja akan demikian adanya…





dan semoga pula saya bisa menjadikan kisah diatas untuk di petik hikmahnya :)

impianku 'panti asuhan'

aku belum mampu memberikan sedikit warna dalam kehidupan meskipun dalam bentuk yang remeh-remeh sekalipun. Bukankah seberapa besar manusia mampu menjadi ‘manusia’ tergantung dari seberapa besar dia memberikan manfaat pada orang lain dan lingkungan sekitarnya? 

*pengen cepet" diberikan nikmat rejeki yg banyak, supaya aku bisa membuat panti asuhan... :)


betapa besar niatku untuk mendirikan panti asuhan, rasanya ingin segera aku membangunnya walaupun bangunan kecil... 
memiliki anak asuh, menyekolahkan mereka, bermain dengan mereka ... oh betapa indahnya hari-hari aku :) 


ku tak akan pernah sepi lagi, mereka pasti nantinya akan membuatku tersenyum dan menangis bangga dengan keberhasilan mereka semua... :) 


semua impian ini sungguh akan sulit ku raih, tapi ku yakin, aku akan mampu mewujudkannya karena Allah akan mendengar dan mengabulkan niat baik hambanya... 


Ya.. Allah maha pengasih dan maha pemurah, wujudkanlah impianku, lancarkan kuliahku ... berikan kepercayaan padaku dengan rejeki yang cukup untuk aku salurkan rejeki tersebut untuk memberikan manfaat bagi hamba"mu yang kurang mampu... :)) dan jangan engkau jadikan aku hambamu yang sombong ya.. Allah, semoga impian ini wujud kepedulian ku pada orang lain sebagai bentuk menambah bekal akhirat untukku... :) Ammiinnn... Ammiinnn... YRA :)

Sabtu, 12 November 2011

kecewa untuk yang kesekian kalinya :'(


astafirlaugh....astafirlaugh....astafirlaugh....

belum cukup sabarkah aku????
belum cukup sayangkah aku???
belum cukup ngertikah aku???
belum apa lagi yang telah aku korbankan untukmu????

sebetulnya aku gakz mau ngeluh , aku lebih ingin terus bersabar n' mengikhlaskannya....
kenapa harus aku yang merasakannya???? kenapa ya.. Rabb !!!
haruskah seperti ini kisahnya????
aku terasa jadi orang paling bodoh di dunia ini.. miris hatiku ya.. Allah...
ujianmu untuk bathin ku begitu berat, aku sampai kurus begini itu karena selalu peduli kepada orang lain yg sebetulnya sangat tidak mempedulikanku.... aku begitu banyak mengorbankan semuanya untuknya !!! tapi kenapa??? kenapa dia begitu jahat padaku apa dia tidak mikir itu semua...??? apa salahku????

aku juga wanita biasa malah aku ini wanita yang tak sempurna dalam hal apapun, tapi tulus hati ini selalu dia balas dengan kekecewaan yang teramat dalam.... :'(
aku gakz sanggup ya.. Allah... banyak orang yang menyanyangiku tapi terasa kurang itu semua....
betapa tidak bersyukurnya hambamu ini.....

aku menangis dan bingung sendiri meratapi hati yang sangat terluka ini... :'(


ampunilah segala dosa" ku dan segala dosa"nya.....
jaga dia ya.. Allah, tuntunlah dia menjadi hambamu yang selalu ingat padamu.....

ammiinnnnn YRA.... :'(